Home > Artikel Pasutri > Perbandingan Usia Puncak Gairah Sex Pria vs Wanita

Perbandingan Usia Puncak Gairah Sex Pria vs Wanita


seks-pria-wanitaDrever (dalam Jersild, 1978), menyatakan seks suatu perbedaan yang mendasar berhubungan dengan reproduksi, dalam satu jenis yang mambagi jenis ini menjadi dua bagian yaitu jantan dan betina yang mana sesuai dengan sperma (jantan) dan sel telur (betina) yang diproduksi. Schuster dan Ashburn (1980) menyatakan bahwa pengertian yang mendekati adalah berkaitan dengan konsep seksualitas yang melibatkan karakteristik dan perilaku merupakan perilaku seksual dengan kecenderungan pada interaksi heteroseksual. Seksualitas melibatkan secara total dari sikap-sikap, nilai-nilai, tujuan-tujuan dan perilaku individu yang didasari atau ditentukan persepsi jenis kelaminnya.

1. Wanita

Berdasarkan hasil suatu penelitian, memasuki gerbang usia kepala empat, umumnya wanita menjadi lebih lincah, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta. Meski wajah tak lagi bebas dari kerutan, dan perut tak sekencang dulu, tapi setidaknya di usia ini libido wanita makin menggebu-gebu.

Di usia berapakah itu?

Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda, seperti dikutip dari laman Daily Mail. Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang.

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang menikahi wanita lebih muda. Aktris Desperate Housewives, Eva Longoria, misalnya. Longoria yang berusia kepala empat akhirnya menikah dengan pemain basket Tony Parker, yang baru berusia 28 tahun.

Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei kepada 900 wanita, tentang sikap mereka terhadap seks. Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda.

Para wanita dibagi menjadi tiga kelompok, yang berusia 19 sampai 26, dianggap berada di puncak kesuburan. Sedangkan wanita berusia 27-45 tahun, dianggap kemampuan untuk memiliki bayi itu makin berkurang, dan usia 45 tahun ke atas merupakan masa wanita mendekati usia menopause.

Kelompok usia 27-45 tahun jelas memiliki kehidupan seks terbaik. Fakta ini pun telah dimuat dalam jurnal dan laporan ‘Perbedaan Kepribadian Individu’. Rata-rata wanita usia 27-45 tahun berpikir tentang seks dan bercinta lebih sering daripada wanita lebih muda dan lebih tua.

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi.

“Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks.

2. Pria

Selama kesehatan mereka prima, pria dapat terus melakukan hubungan intim selama hidupnya. Tapi, bagaimana seorang wanita mampu memahami seks pasangannya pada tahapan tertentu…?

Seorang psikiater, Helen Singer Kalpan, MD. Ph.D mengungkapkan, “Kemampuan pria dalam kehidupan seks berubah-ubah tergantung tahapan usianya.
Namun dengan mengetahui perubahan itu dan apa yang sesungguhnya di alami pada masing-masing tahapan, kehidupan seks anda akan lebih baik”. Berikut ini Helen Kalpan mengurai lebih lanjut tahapan-tahapan dan masalah yang melanda kaum pria dan berbagai tingkatan usia,

a. Usia 20-an

Puncak gairah tertinggi dalam tahapan kehidupan seks seorang pria terjadi di usia sekitar 17 atau 18 tahun. Pria pada usia ini hanya membutuhkan sedikit seks atau tidak sama sekali stimulasi untuk membangkitkan gairahnya, dan umumnya sulit menahan ereksi. Gairahnya timbul seperti orang kelaparan. Mereka menjadi terganggu, tergantung, dan sulit menghindar.

Pria pada usia ini cepat mencapai orgasme, dan sesaat melakukan hubungan intim lagi setelah itu. Barang kali ini pengaruh dan tingginya hormon testosteron. Kelelahan juga bukan alasan. Mereka tetap mampu bekerja sepanjang hari, bergadang, dan berhubungan intim. Masalah terbesar yang menghantui pria pada usia ini adalah ejakulasi primer.

b. Usia 30-an

Begitu memasuki usia 30-an, pikiran pikiran yang berhubungan, dengan kehidupan seks, sedikit-sedilkit mulai berubah. Pria tetap bergairah untuk melakukan hubungan intim sesering mungkin, namun frekuensi spontanitasnya menurun. Kendati ia mampu melakukannya dua kali berturut-turut. Di usia ini, ketika pria mulai kaya dengan teknik bercintanya, namun kepuasan partner/isterinya jadi pertimbangan penting baginya dibandingkan sebelumnya. Pengalaman membuat pria mampu mengontrol dirinya kapan harus mencapai orgasme, dan membiarkan sang isteri mencapainya lebih dulu. Dia telah berubah dari seorang pemuda yang lapar seks menjadi pria dewasa yang mengerti kebutuhan seks. ia Iebih sensitif kini.

Pada usia ini, pria mungkin masih meneruskan kebiasaannya bermasturbasi, kendati tak sering seperti saat remaja. Isteri anda mungkin akan terluka perasaannya mendapati kenyataan ini. ia mungkin iri dan menganggapnya sesuatu yang tak sepantasnya anda lakukan. Ada sejumlah alasan kenapa Seorang suami sampai melakukan masturbasi.

Mungkin itulah upayanya di kala anda sedang kecapean untuk melakukan hubungan intim, dan tak ingin memaksa anda. Bisa jadi karena gairahnya lebih memuncak dibandingkan anda. Kadang kala masturbasi adalah cara umum yang dilakukan untuk menurunkan gairah yang meluap-luap. itu terjadi kendala dalam perkawinan jika masturbasi dilakukan untuk menghindari hubungan intim dengan anda.

Di usia 30-an, pria masih mampu mencapai orgasme lebih dari satu kali sehari. Namun pikirannya lebih dipusatkan pada kehidupannya. Stress, karier, problem keluarga, punya pengaruh kuat dalam kehidupan seksnya. Perubahan ini bisa diinterprestasikan oleh isteri sebagai hilangnya daya tarik dirinya. Sebelum isteri menyalahkan dirinya sendiri, dia harus ingat bahwa ini hanyalah perubahan yang normal-normal saja. Bukan berarti sang suami tidak lagi tertarik melakukan hubungan intim, namun seks kini jadi pilihannya yang kedua.

c. Usia 40-50-an

Umumnya, kemampuan pria pada usia ini tergantung pada kondisi mental dan fisiknya serta menjadi lebih tergantung pada keaktifan isterinya. ia tak Cuma senang pada ciuman yang anda berikan atau sekedar sentuhan-sentuhan kecil yang membangkitkan gairah. inisiatif harus lebih banyak berasal dari anda. Perubahan ini normal saja dan bisa diperkirakan sebelumnya, jadi bukan karena anda kurang menarik lagi. Barang kali suami anda kurang merasa percaya diri, dan besar perhatiannya pada perubahan tahapan seksnya.

Mungkin saja Ia jadi depresi dan perlu waktu untuk membuatnya kembali bergairah. Dan ketika ia benar-benar siap, ia mungkin tak bisa lama-lama menahan ejakulasi, sehingga terlalu cepat orgasme. Yang jadi momok pada usia ini adalah terlambat ereksi dan cepat ejakulasi.

Bahkan mungkin ia mengalami kekhawatiran karena tidak mampu berereksi.inilah puncak krisis pria tengah baya. Dan cukup menimbulkan stress bagi pria.Padahal kaum wanita justru mencapai puncak gairah pasca usia 40. Jadi ini merupakan waktu yang tepat bagi isteri untuk melakukan kegiatan seks dengan yakin. Setelah apa yang anda lakukan toh suami tetap tak mampu “bangun”, itu tidak normal. Kondisi ini bisa membuat suami kecewa sehingga dia akan menghindar setiap kali anda mengajaknya berhubungan intim. ini merupakan awal problem yang serius, dan perlu penanganan seorang ahli.

d. Pertengahan 50-60-an

Pada usia 50-an, keinginan dan gairah seorang pria mudah diredam oleh kelelahan atau stress. Sudah jarang baginya untuk bisa mencapai puncak lebih dan sekali dalam waktu 24 jam. Ereksinya juga agak lemah, kendati mungkin gairahnya masih setinggi usia 40-an. Faktor kesehatannya bisa jadi penghalang untuk mencapai kepuasan maksimal. Tekanan darah tinggi, problem penyakit jantung atau pemakalan obat-obatan bisa mempengaruhi kehidupan seks pria usia ini. Selama kesehatan mereka prima, pria dapat terus melakukan hubungan intim selama hidupnya. (wbe)

Klinik Sehati

Baca juga:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: