Home > Artikel Wanita > Ini Dia Penyebab Wanita Sulit Orgasme

Ini Dia Penyebab Wanita Sulit Orgasme


masalah-seksual-wanitaMemang, hubungan seks menuntut kerja sama dua orang di atas ranjang. Kalau salah seorang kesulitan menikmati orgasme, pihak lain harus membantunya. Namun, ditegaskan seksolog Carole Altman PhD, pencapaian klimaks juga bukan sepenuhnya tanggung jawab pihak kedua. Anda adalah penentu keberhasilan.

“Tanpa bermaksud demikian, (hubungan seks bagi) wanita sering berakhir dengan kepuasan seksual yang didapatkan dengan cara mereka sendiri,” kata Altman yang juga penulis buku You Can Be Your Own Sex Therapist. “Anda harus menikmati orgasme Anda sendiri. Anda tidak bisa hanya mengandalkan pria untuk melakukan tugasnya.“

Berikut beberapa penyebab wanita sulit orgasme dan solusi yang bisa dilakukan, seperti diulas Cosmopolitan.

Tidak memaksimalkan foreplay

Jangan terburu-buru melewati babak foreplay. “Kebanyakan wanita butuh sekira 20 menit untuk terangsang dan mencapai sinyal orgasmik, momen ketika klitoris menjadi sangat sensitif dan tubuh siap untuk menerima stimulasi,” kata seksolog Yvonne K. Fulbright, penulis Hot Guide for Safer Sex. “Mengabaikan siklus respon seksual ini, secara keseluruhan membuat seks menjadi semakin sulit.”

“Memiliki orgasme selama foreplay meningkatkan kemungkinan seorang wanita mencapai klimaks selama hubungan intim,” tegas Altman.

Banyak gangguan dalam pikiran

Kita semua tahu, sangat mudah gangguan datang selama hubungan seks, terutama gangguan dalam pikiran.

“Otak Anda adalah bagian penting dari pengalaman seksual, merasakan sensasi, dan melepaskan mood baik untuk tubuh,” kata seksolog Gloria G. Brame PhD. “Setiap gangguan mental dapat memicu konflik, menganggu sinyal nonseksual di otak dan mengurangi kesenangan Anda.”

Trik pertama, fokuskan diri pada apa yang dirasakan tubuh. “Fokus pada bagaimana rasanya saat pasangan penetrasi dan bagaimana tubuh Anda merespons,” kata Brame. “Juga, sentuh diri Anda atau berganti posisi untuk membawa Anda fokus pada seks.”

Trik lainnya, bernapas perlahan dan dalam dari pusar Anda. “Pernafasan ala yoga tidak hanya akan membuat Anda fokus, juga membuat seks lebih baik dan Anda berdua saling terhubung,” tukas Fulbright.

Mengabaikan C-spot

Meskipun rangsangan G-spot mampu menyentuh pusat erotis Anda, klitoris juga bisa menghadirkan kesenangan yang tak kalah hebat. Karenanya, pelajari bagaimana memaksimalkan teknik rangsangan klitoris.

“Ada banyak saraf di C-spot daripada yang terdapat di dalam Miss V,” kata Fulbright. “Jadi, jarang bagi wanita untuk merasakan orgasme tanpa rangsangan klitoris.”

Memikirkan keinginan buang air kecil

Dalam situasi hot di atas ranjang, sangat mudah untuk mengabaikan hal-hal kecil, misalnya keinginan buang air kecil. Tetapi saat pasangan merangsang G-spot, keinginan itu tiba-tiba menjadi tidak terbendung.

“G-spot dikelilingi oleh kelenjar Skene yang dihubungkan ke kandung kemih,” jelas Altman. “Jadi, kapanpun kontak dengan G-spot, Anda akan merasa seperti harus buang air kecil, bahkan jika sebenarnya Anda tidak ingin.”

Alhasil, Anda bimbang akan melakukan apa, buang air kecil atau meneruskan perjalanan mencapai klimaks. Menurut para ahli, sebagian wanita dapat melepaskan cairan ejakulasi (yang dianggapnnya cairan seni), tapi sayang, ketika rasa itu mulai datang, mereka memotong aliran yang pada dasarnya memutus orgasmenya.

Ada solusi sederhana. Pergilah ke kamar mandi hanya sebelum bercinta. “Karena Anda tahu bahwa Anda tidak perlu buang air kecil ketika sedang di ambang orgasme, Anda akan mudah melewati sensasi itu dan membiarkannnya terjadi,” kata Brame.

Belum lagi fakta bahwa air seni pertama sangat dapat menurunkan resiko dari infeksi saluran kemih (ISK).

Terlalu sering mengubah posisi

Gaya seks baru menjadi cara menyenangkan untuk menjaga kehidupan seks tetap menarik, tapi menguji semua posisi dalam satu sesi hubungan seks tentu menyulitkan Anda menikmati orgasme.

“Kunci untuk kepuasan adalah rangsangan yang mantap dalam posisi yang menegaskan kesenangan Anda,” kata Brame. “Anda perlu mengembangkan ritme, dan setelah merasa Anda telah menuju klimaks, sensasi harus konsisten atau Anda akan kehilangan momentum.”

Jika karena alasan tertentu Anda harus ganti posisi, jangan melakukannya dalam perasaan panik. Biarkan semuanya mengalir.(ftr)

Klinik Sehati

Baca juga:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: